Kontribusi UPT PT dan PPT dalam Pengawasan Kurban

Idul Adha merupakan salah satu Hari Raya Penting bagi Saudara-Saudara kita yang beragama Muslim. Moment Idul Adha ini memperingati peristiwa kurban, yaitu ketika Nabi Ibrahim bersedia mengorbankan putranya Ismail sebagai wujud kepatuhan kepada Allah. Sebelum Ibrahim mengorbankan putranya, Allah menggantikan Ismail dengan domba. Untuk memperingati kejadian ini, hewan ternak disembelih sebagai kurban setiap tahun.

Berdasarkan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 95 Tahun 2012 tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan, kegiatan penyembelihan hewan kurban setiap tahunnya harus dilakukan di bawah pengawasan dokter hewan berwenang. Tujuan dari pengawasan ini adalah agar menjamin hewan kurban tersebut layak dipotong dan memenuhi syarat ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal).

Setiap tahunnya, para dokter hewan dari UPT Pembibitan Ternak dan Produksi Pakan Ternak selalu terlibat dalam kegiatan pemeriksaan hewan kurban. Kegiatan rutin ini terlaksana atas kerjasama dengan Dinas Pertanian Peternakan Perkebunan dan Kehutanan Kota Kupang sebagai koordinator kegiatan, Dinas Peternakan Provinsi NTT, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Nusa Cendana, Politeknik Pertanian Kupang dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang NTT.

Pelaksanaan pemeriksaan dilakukan dalam 2 kegiatan utama yaitu pemeriksaan antemortem (AM) dan pemeriksaan postmortem (PM). Pemeriksaan antemortem adalah pemeriksaan fisik ternak sebelum penyembelihan untuk memastikan ternak dalam kondisi sehat dan memenuhi standar kelayakan untuk disembelih, sedangkan pemeriksaan postmortem adalah pemeriksaan setelah ternak disembelih untuk memastikan karkas dan jeroan ternak layak untuk dikonsumsi.

Selamat Hari Raya Idul Adha ! Semoga Allah mengaruniakan sukacita dan pengampunan Ilahi-Nya sebagai imbalan atas pengorbanan kita 🙂

(P.J.N admin UPT 1)

Rapat Grand Desain Instalasi

Rabu, 15 Juli 2021 bertempat di ruang rapat UPT Pembibitan Ternak dan Produksi Pakan Ternak diselenggarakan Rapat Kerja membahas Grand Desain Instalasi-Instalasi UPT Pembibitan Ternak dan Produksi Pakan Ternak. Rapat ini dihadiri oleh Prof. Daniel Daud Kameo, SE., MA., Ph.D selaku Staf Ahli Gubernur di Bidang Peternakan, Plt. Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT Johanna E. Lisapaly, SH, M.Si, Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah (BPAD) Provinsi NTT Dr. Zeth Sonny Libing, M. Si bersama Sekretaris BPAD, Drs. Yoseph Florianus Napal, MM dan jajaran Pejabat Eselon III Lingkup Dinas Peternakan serta Pejabat Eselon IV bersama staf UPT Pembibitan Ternak dan Produksi Pakan Ternak.

Rapat ini dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Peternakan Provinsi dan dilanjutkan dengan penjelasan Kepala BPAD Provinsi NTT mengenai status lahan instalasi-instalasi milik UPT, khususnya karena beberapa lahan instalasi saat ini memiliki masalah karena diokupasi oleh masyarakat.

Pemaparan Grand Desain instalasi dilakukan oleh Ir. Irwan I. Arkiang selaku Kepala UPT Pembibitan Ternak dan Produksi Pakan Ternak. Dalam pemaparan ini disampaikan mengenai kondisi saat ini dan rancangan pengembangan instalasi-instalasi ke depannya. Dari 8 instalasi milik UPT, dipaparkan Grand Desain 4 instalasi yaitu Instalasi Tarus, Lili, BesipaE dan Boawae. Prof. Daniel Daud Kameo, SE., MA., Ph.D menilai materi yang disampaikan sudah baik dan terperinci, namun rencana pengembangan instalasi ke depannya tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian PAD (Pendapatan Asli Daerah) melainkan juga harus berorientasi pada pemberdayaan masyarakat sebagai tujuan utama. Prof Kameo juga mengharapkan pengembangan instalasi didasarkan pada potensi dan daya dukung lingkungan/lahan instalasi agar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.

(P.J.N, admin UPT 1)

“BSPGL, MAKAN ENAK DI MUSIM KEMARAU”

Pakan merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk proses pertumbuhan dan perkembangbiakan ternak. Dimusim kemarau produktifitas ternak menurun karena ketersediaan pakan yang rendah baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

Kondisi ini seharusnya tidak perlu terjadi, mengingat banyaknya teknologi pengolahan pakan yang sudah sejak lama dikembangkan. Teknologi-teknologi tersebut memungkinkan pakan dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama tanpa mengurangi kualitas pakan itu sendiri.

Salah satu jenis teknologi pengolahan pakan yang mulai dikembangkan oleh UPT Pembibitan Ternak dan Produksi Pakan Ternak melalui Seksi Produksi dan Pengembangan Pakan Ternak adalah Blok Suplemen Pakan Gula Lontar (BSPGL). Keuntungan dari kegunaan teknologi ini adalah membantu meningkatkan kemampuan ternak ruminansia dalam mengkonsumsi rumput kering dan limbah pertanian yang berserat kasar tinggi ,sehingga konsumsi pakan meningkat.

Bahan—bahan yang digunakan untuk membuat BSPGL merupakan bahan pakan lokal yang mudah didapatkan dan selalu tersedia sepanjang tahun, namun pemanfaatannya sebagai pakan ternak ruminansia belum optimal. Antara lain Putak, Lamtoro, Gamal, Gula Lontar, Dedak Padi. Dengan komposisi sebagai berikut:

NoBahanPersentase (%)Jumlah (kg)*
1Gula lontar (cair)404
2Tepung daun gamal/lamtoro151,5
3Dedak padi/tepung putak202
4Urea90.9
5Kapur80.8
6Garam dapur80.8
TOTAL10010

Dengan pembuatan BSPGL, diharapkan selalu ada persediaan pakan  bernilai gizi tinggi yang tercukupi kuantitasnya dimusim kemarau sehingga ternak  tetap bias makan enak walaupun di musim kemarau.

Kelahiran Anak Wagyu Pertama di Instalasi Lili

Senin, 8 Juni 2021 pagi bertempat di Instalasi Lili telah lahir seekor anak sapi hasil inseminasi buatan dengan bibit sapi Wagyu. Anak sapi ini dilahirkan oleh induk Sapi Bali dengan kode ternak BW 08. Anak sapi berjenis kelamin betina ini lahir dalam kondisi sehat dengan bobot lahir 13,65 kg dan merupakan anak sapi wagyu pertama milik UPT. Pembibitan Ternak dan Produksi Pakan Ternak Dinas Peternakan Provinsi NTT. Proses kelahiran dibantu oleh Tedy Oscar Tanioe selaku petugas perawat ternak pada Instalasi Lili.

Perlu diketahui bahwa anak sapi ini memiliki proporsi genetik 50% Sapi Bali dan 50% Sapi Wagyu karena merupakan hasil persilangan induk sapi Bali dengan jantan Wagyu melalui inseminasi buatan. Bibit wagyu diperoleh dari Balai Inseminasi Buatan Singosari dan inseminasi buatan dilakukan pada 16 September 2020 oleh Marlishe A. Bunga, S.Pt.

Lahirnya anak sapi Wagyu ini memberikan semangat dan motivasi untuk mengembangkan sapi Wagyu di NTT. Sehat selalu anak pertama wagyu UPT 1 🙂

INOVASI PENYEDIAAN PAKAN RUMINANSIA MURAH DAN BERKUALITAS DI MUSIM KEMARAU

Nusa Tenggara Timur dalam kurun waktu setahun mempunyai dua musim, yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Musim kemarau memiliki kurun waktu yang lebih lama dari pada musim penghujan yaitu sekitar 7 – 8 bulan. Pada musim penghujan tentunya keberadaan Hijauan Pakan Ternak (HPT) sangat berlimpah karena memang sangat dipengaruhi oleh distribusi air hujan disetiap bulannya, sebaliknya produksi HPT menurun baik kualitas maupun kuantitasnya pada musim kemarau bahkan dengan semakin kurangnya air, produksi HPT terhambat sampai tidak berproduksi sama sekali. Padahal HPT merupakan pakan utama ternak ruminansia, harus disediakan demi kelangsungan hidup ternak, dan untuk kelangsungan berproduksi.

Kondisi fluktuasi ketersediaan HPT yang besar sangat berpengaruh bagi kelanjutan usaha ternak ruminansia sehingga harus ada upaya agar HPT tersedia sepanjang tahun dengan kualitas nutrisi tidak jauh berbeda. Untuk menjaga ketersediaan pakan berkualitas di musim kemarau, Instalasi Lili sebagai pusat pembibitan ternak sapi bali, menerapkan teknologi pengolahan pakan ternak melalui metode pengawetan hijauan pakan ternak dalam bentuk segar dengan memanfaatkan rumput maupun legume yang mengalami surplus produksi saat musim penghujan. Teknologi Pengawetan ini dikenal dengan nama Silase. Silase  adalah  hijauan  pakan  ternak  yang disimpan dalam keadaan segar setelah mengalami proses ensilase. Sebagai bentuk penyimpanan hijauan pakan ternak dalam keadaan segar, kadar air hijauan berkisar antara  60-70%. Pembuatan silase sebaiknya  dilakukan pada saat surplus hijauan dan  diharapkan dapat mengatasi permasalahan kekurangan hijauan segar sepanjang waktu, terutama pada musim kemarau, dengan kualitas nutrisi yang tinggi. Dalam pembuatan silase ini, tidak membutuhkan biaya yang mahal untuk penyediaan silo. Silo sebagai tempat penyimpanan silase dapat menggunakan kantong plastik berukuran besar dan tebal. Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan silase ini juga mudah didapatkan antara lain rumput odot, gamal, gula air/gula pasir, dan EM- 4. Awalnya gamal hanya dijadikan tanaman pagar hidup dan jarang diberikan kepada ternak sapi karena aromanya yang kurang disukai oleh ternak dan adanya kandungan coumarin sebagai anti nutrisi . Padahal gamal mempunyai kandungan Protein Kasar yang tinggi yaitu berkisar 18% – 24%.

Instalasi Lili melihat kurangnya pemanfaatan gamal sebagai pakan ternak sebagai sebuah permasalahan sehingga Instalasi Lili berupaya melakukan pengolahan pakan dalam hal ini menggunakan metode silase untuk mengurangi aroma khas gamal sehingga ternak dapat mengkonsumsi gamal dengan baik.  Dengan pembuatan silase, dapat meningkatkan ketersedian pakan segar dimusim kemarau dan dapat meningkatkan pertambahan bobot badan ternak sapi serta meningkatkan pemanfaatan hijauan pakan ternak saat surplus. (Pakan UPTPT&PPT)

Serah Terima Jabatan Kepala UPT Pembibitan Ternak dan Produksi Pakan Ternak

Ir. Irwan Arkiang (Kiri), Johanna Lisapaly, S.H,M. Si (Tengah) dan Ir. Bambang Permana, M. Si (Kanan)

Kamis, 01 April 2021 bertempat di ruang rapat UPT Pembibitan Ternak dan Produksi Pakan Ternak telah dilangsungkan kegiatan serah terima jabatan dari kepala UPT sebelumnya Ir. Bambang Permana, M. Si kepada Ir. Irwan Indrajaya Arkiang selaku kepala UPT yang baru. Dalam acara ini, turut hadir Plt. Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT Ibu Johanna Lisapaly, S.H, M.Si dan disaksikan oleh Kepala Seksi Pembibitan Ternak Ibu Maria Dolorosa Fenge, S.Pt, Kepala Seksi Produksi dan Pengembangan Pakan Ternak Bpk. Gregorius Mitak, S.Pt, Kepala Seksi Tata Usaha Bpk. Imanuel Ottu, S.Pt serta staf UPT Pembibitan Ternak dan Produksi Pakan Ternak.

Bapak Ir. Bambang Permana, M.Si telah menjabat sebagai Kepala UPT sejak 2 September 2019 hingga 19 Maret 2021. Bapak Bambang mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan dukungan semua staf UPT, terutama untuk staf di instalasi selama kurang lebih 1,5 tahun menjabat sebagai kepala UPT. Bapak Bambang berharap ke depannya bisa tetap terjalin komunikasi dan diskusi, terutama mengenai 2 inovasi yang belum terselesaikan yaitu ternak ayam KUB dan pabrik pakan.

Bapak Ir. Irwan Arkiang selaku kepala UPT yang baru sebelumnya adalah Kepala Seksi Pakan Ternak pada Bidang Bitpro Dinas Peternakan Provinsi NTT. “UPT Pembibitan Ternak dan Produksi Pakan Ternak merupakan tempat saya pertama kali diangkat menjadi seorang PNS, sehingga saya sudah sangat akrab dengan kantor ini maupun instalasi-instalasinya”, ujar Bapak Irwan. Bapak Irwan berterima kasih kepada Bapak Bambang Permana karena sudah menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan UPT dan mengharapkan dukungan dari para kepala seksi, staf pelaksana baik di kantor maupun di lapangan untuk bersama-sama bekerja membangun UPT ini menjadi sumber bibit ternak dan sumber pakan  ternak, sehingga menjadi sumber PAD bagi daerah sesuai dengan harapan Gubernur Nusa Tenggara Timur.

Mutasi merupakan hal yang lumrah dalam sebuah organisasi pemerintahan. Ibu Johanna menegaskan agar moment mutasi pegawai tidak ditafsirkan lain, karena selama ini terdapat penafsiran yang negatif mengenai mutasi PNS. Mutasi di UPT ini merupakan mutasi yang luar biasa menurut Ibu Johanna karena merupakan Bapak Irwan Arkiang yang sebelumnya eselon IV/a menjadi eselon III/b dan Bapak Bambang dari eselon III/b menjadi eselon III/a. Ibu Johanna atas nama Dinas Peternakan mengucapkan terima kasih atas kerja keras Bapak Bambang selama ini dan meminta maaf apabila dalam kebersamaan selama ini terdapat hal-hal yang menyinggung. Beliau kembali meminta semua staf UPT untuk saling bekerja sama agar tercapai tujuan dari UPT, karena tidak ada superman, yang ada adalah teamwork dan superteam.

Selamat bekerja Bapak Ir. Irwan Arkiang sebagai Kepala UPT yang baru. Kami siap mendukung semua kegiatan dan program kerja Bapak ke depan demi terwujudnya UPT sebagai sentral pembibitan ternak dan produksi pakan ternak. Proficiat dan Selamat berkarya di tempat yang baru Bapak Ir. Bambang Permana, M.Si.

Kunjungan Gubernur NTT ke Instalasi Lili

Gubernur Nusa Tenggara Timur Bapak Viktor Bungtilu Laiskodat melakukan kunjungan ke Instalasi Lili UPT Pembibitan Ternak dan Produksi Pakan Ternak pada Sabtu, 27 Maret 2021. Kunjungan ini dilakukan setelah Gubernur melantik 4 penjabat Bupati di Besipae.

Dalam kunjungan ini turut hadir Asisten III Bidang Administrasi Umum sekaligus Plt. Kepala Dinas Peternakan Prov. NTT Ibu Johanna Lisapaly, SH, M.Si, Bupati Kupang Bapak Drs. Korinus Masneno, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Kupang, Staf Khusus Gubernur Bapak Toni Djogo dan David Pandie, Wakil Ketua DPRD Prov. NTT Bapak Chris Mboeik dan Anggota DPRD Prov. NTT Ibu Maria Nuban, dan Kepala UPT Pembibitan Ternak dan Produksi Pakan Ternak Bapak Ir. Irwan I. Arkiang.

Instalasi Lili menjadi salah satu lokasi target pengembangan sapi wagyu. Sejauh ini telah dilakukan inseminasi buatan dengan menggunakan semen sapi wagyu terhadap sejumlah sapi bali di instalasi Lili. Gubernur berharap sapi-sapi yang saat ini sedang bunting (hasil inseminasi buatan dengan Wagyu) dapat dijaga dengan baik agar keturunannya bisa dikawinkan lagi dengan bibit Wagyu untuk menghasilkan sapi Wagyu murni yang ada NTT.

Create your website with WordPress.com
Get started