Tata Laksana Inseminasi Buatan Pada Sapi

Prosedur Inseminasi Buatan (Kartasudjana, 2001)

a.  Persiapan Petugas (Inseminator)

  • Guntinglah kuku jari -jari tangan (terutama yang sebelah kiri) sampai pendek. Haluskan ujungnya menggunakan kikir.
  • Pastikan bahwa sapi betina yang sedang birahi tersebut tidak sedang bunting dan betul-betul birahi. Lihat catatan perkawinan ternak tersebut dan lihat pula tanda -tanda birahinya, terutama bagian vulvanya. Sapi betina yang sedang birahi vulvanya tampak membengkak, basah, mukosa vagina berwarna merah, dan mengeluarkan lender jernih kental. Temperamennya agak gelisah tetapi tenang ketika tubuhnya diusap-usap.

b.   Pelaksanaan Kerja


Gambar (a) palpasi dilakukan untuk mengetahui letak cervix secara pasti, (b) genggam cervix sambil dilakukan gerakan untuk memudahkan masuknya gun IB, (c) carilah cincin cervix yang membuka, (d) lakukan gerakan maju pada gun IB hingga dapat melewati cervix, (e) deposisikan secara perlahan semen pada bagian corpus uteri atau 1 cm dari cincin cervix ke 3, (f) semen akan terdistribusi secara sempurna pada ke dua cornua uteri (Sumber : Infovets.com)
  • Kenakan wearpack dan sepatu kandang.
  • Tempatkan sapi betina yang sedang birahi pada kandang jepit.
  • Kenakan sarung tangan plastik.
  • Lumuri tangan kiri  sampai batas sikut dengan busa sabun.
  • Hampiri sapi betina dari arah depan atau samping lalu sentuh/tepuk bagian tubuhnya supaya ternak tersebut mengetahui keberadaan kita dan tidak kaget sewaktu kita mulai bekerja.
  • Berdiri menghadap bagian belakang sapi dari arah belakang dengan posisi menyerong ke sebelah kanan sekitar 30o–45o dari poros tubuh sapi. Kaki kiri berada sekitar ¾ langkah di depan kaki kanan sehingga membentuk kuda-kuda yang kokoh tetapi luwes.
  • Tepuk -tepuk bagian bokong sapi (sedikit di bagian atas ekor) kiri dan kanan untuk melihat reaksi kaki belakang sapi tersebut.
  • Pegang pangkal ekor sapi dengan tangan kanan, bengkokan ke arah kanan.
  • Pertemukan kelima jari tangan kiri sehingga membentuk kerucut, kemudian masukkan ke dalam lubang anus (rektum) sapi sampai pergelangan tangan melewatinya. Apabila di dalam rongga rektum terdapat banyak kotoran, keluarkan.
  • Setelah merasa bahwa tangan kiri dapat leluasa berada di ruang rectum, arahkan telapak tangan kiri tersebut ke   dasar rectum. Cari  bagian saluran reproduksi yang berdinding tebal, yaitu cervix uteri. Tempatkan cervix uteri tersebut dalam genggaman telapak tangan kiri.
  • Setelah  cervix uteri teraba, telusuri saluran reproduksi bagian depannya, apakah cornua uterus kiri dan kanan sama besar atau salah satu lebih besar dari yang lain. Apabila salah satu lebih besar dari yang lain, hewan tersebut kemungkinan sedang bunting dan jangan diinseminasi. Apabila kedua tanduk uterus sama besar atau simetris, maka hewan tersebut tidak bunting dan perlu diinseminasi. Keluarkan tangan kiri dari dalam rectum. Lepaskan sarung tangan atau bersihkan taangan kiri tersebut dengan air.
  • Siapkan insemination gun. Lepaskan bagian penusuknya dari batang utama. Usap batang penusuk dan batang utama dengan kapas yang telah dibasahi alkohol 70 %. Teteskan alkohol ke dalam lubang batang utama. Biarkan beberapa lama, lalu kibaskan agak kuat agar bagian dalam batang utama tersebut bebas dari alkohol. Teteskan larutan NaCl Fisiologis untuk menetralisir alkohol dalam lubang batang utama.
  • Masukkan batang penusuk ke dalam batang utama. Sisakan kira kira sepanjang straw.
  • Buka penutup container nitrogen cair dan angkat satu canister. Ambil satu straw menggunakan pinset dan segera kembalikan posisi canister.
  • Thawing straw kedalam air bersuhu 37oC selama 7-18 detik.
  • Masukkan straw ke dalam lubang, dari ujung depan, batang utama insemination gun, sampai mentok. Gunting ujung straw pada batas  kira- kira ½ cm dari ujung insemination gun. Tutup/bungkus batang insemination gun dengan plastic sheet, dan kuatkan pertautannya menggunakan cincin yang sudah tersedia. Inseminasi siap dilakukan.
  • Lumuri lagi tangan kiri dengan busa sabun, masukkan ke dalam rectum dan lakukan penggenggaman cervix uteri. Setelah cervix uteri tergenggam, masukkan insemination gun secara hati- hati ke dalam vagina sapi betina. Arahkan ujung insemination gun ke mulut saluran cervix.
  • Luruskan arah insemination gun melewati saluran cervix dengan bantuan tangan kiri menggerak- gerakan cervix dan tangan kanan mendorong insemination gun secara hati -hati sampai ujung insemination gun melewati seluruh panjang saluran cervix. Hentikan dorongan tangan kanan ketika ujung insemination gun sudah keluar dari servix uteri (memasuki corpus uteri) kira- kira 1  – 2 cm.
  • Curahkan semen perlahan-lahan dengan jalan mendorong  batang  penusuk insemination gun sampai habis. Pencurahan semen selesai. Insemination gun ditarik keluar vagina dan tangan kiri melakukan sedikit pijatan pada corpus dan cervix uteri untuk merangsang gerakan saluran reproduksi sapi betina agar semen terdorong ke bagian depan saluran reproduksi betina.
  • Keluarkan tangan kiri dari dalam rektum. Lepaskan plastic sheet dan straw kosong dari insemination gun, buang ke tempat sampah
  • Bersihkan insemination gun menggunakan kapas beralkohol. Cabut batang penusuknya, lalu teteskan alkohol ke dalam lubang batang utama. Simpan kembali ke tempatnya.
  • Catat dalam buku kerja inseminator kegiatan tersebut dan pada buku catatan reproduksi sapi betina yang bersangkutan. Informasi yang harus dicatat adalah: Tanggal pelaksanaan inseminasi, Nomor register ternak betina, Perkawinan ke berapa bagi ternak betina tersebut, Nomor pejantan dan kode produksi semen.