Deteksi Estrus / Birahi

Tanda-tanda Birahi (Estrus)

Deteksi  birahi  yang  tepat  adalah  kunci  utama  keberhasilan  IB,  selanjutnya adalah kecepatan dan ketepatan pelaksanaan IB itu sendiri.

Tanda – tanda birahi pada sapi betina adalah :

  • Ternak akan terlihat gelisah
  • Sering mengeluarkan suara
  • Suka menaiki dan dinaiki sesamanya
  • Vulva bengkak, bila diraba terasa hangat serta akan keluar lender yang bening dan tidak berwarna selain itu mukosa vagina akan terlihat memerah
  • Nafsu makan berkurang.

Tanda  yang  paling  sederhana  adalah  apabila  sapi  betina  sudah  menaiki  sapi lainnya. Ada tiga tahap masa birahi, dan setiap tahap ada tanda-tandanya :

1.  Birahi Awal (<6-10 jam)

  • Berusaha untuk manaiki sapi betina lainnya, tetapi tidak mau dinaiki.
  • Vulva mulai membesar dan membengkak.
  • Lebih sering urinasi.
  • Meletakkan dagunya pada bagian belakang betina lainnya.

2.    Standing Heat (< 18 jam)

  • Sapi betina akan diam bila dinaiki.
  • Lebih sering mengeluarkan suara.
  • Menggosok-gosok bagian belakang.
  • Terdapat lendir pada bagian vulva.

3.  Akhir Standing Heat

  • Sapi tidak akan diam apabila dinaiki.
  • Membaui dan mengendus sapi lainnya.
  • Banyak keluar lendir yang membasahi sekitar ekor dan tulang ekor.
http://veterinarysciencehub.com/estrous-cycle-different-stages-in-domestic-animals/ (dengan terjemahan sendiri oleh Disnakkeswan Prov. NTB)

Gejala-gejala birahi ini memang harus diperhatikan minimal 2 kali sehari oleh pemilik ternak. Jika tanda-tanda birahi sudah muncul maka pemilik ternak tersebut tidak boleh  menunda   laporan  kepada  petugas  inseminator  agar  sapinya  masih dapat  memperoleh  pelayanan  IB  tepat  pada  waktunya.  Sapi  dara  umumnya  lebih menunjukkan gejala yang jelas dibandingkan dengan sapi yang sudah beberapa kali beranak.

Sebelum  melaksanakan  IB,  terlebih  dahulu  dilakukan  pemeriksaan  mengenai kesehatan  ternak  secara  umum  dan  kondisi  alat  kelamin  betina.  Harus  dipastikan bahwa sapi yang akan diinseminasi tidak dalam keadaan bunting. Sapi yang menderita gejala  nymphomania  (minta  kawin  terus-menerus)  juga  harus  menjadi  perhatian. Pemeriksaan dilaksanakan secara umum saja yaitu dengan melihat  (inspeksi) dan menyentuh (palpasi).

Palpasi sangat penting dilakukan. Pada sapi yang  tidak  bunting  cervixnya  berdiameter  antara  2  sampai  3  cm  dengan panjang  antara  5  sampai  6  cm.  Cervix  membesar  pada  saat  terjadi kebuntingan dan setelah melahirkan, pada sapi tua dan sering beranak maka ukuran cervixnya akan berbeda, biasanya akan berdiameter antara 5 sampai 6 cm dan panjang 10 cm.

Cornua uteri bisa diraba (terutama pada percabangan cornua uteri). Cornua uteri membelok  ke  bawah,  ke  depan  dan  ke  belakang.  Jika terjadi kebuntingan, maka salah satu cornua akan lebih besar  Ovarium,  dipalpasi  dengan  sangat  hati-hati  untuk mengetahui kemungkinan kelainan pada ovarium.