BESIPAE

Instalasi Besipae.

Instalasi Besipae terletak di Kabupaten Timor Tengah Selatan Kecamatan Amanuban Selatan dengan jarak ± 87 km dari Kota Kupang arah selatan di daerah perbatasan antara Kabupaten Kupang dengan Kabupaten TTS. Instlasi ini berlokasi pada area penggembalaan dari 4 desa yaitu : desa Mio, Oe Ekam, Polo dan Linamnutu.

Lokasi instalasi besipae dahulunya adalah lokasi Proyek kerjasama antara Australia dengan Pemda NTT yang dikenal dengan nama Livestock Development Project (ATA – 138) dengan luas areal 4.000 Ha yang terdiri dari 1.700 Ha lokasi kehutanan dan 2.300 Ha lokasi padang penggembalaan. Lokasi padang penggembalaan memiliki topografi berbukit dengan kemiringan 5 – 50 %. Jenis tanah lokasi Besipae adalah formasi batu gamping dan sangat cocok dengan usaha pertanian lahan kering. Status kawasan Besipae sebagai areal pengembangan peternakan, khususnya pengembangan ternak sapi merupakan kawasan hutan yang dikonversikan menjadi hak pengelolaan kepada Dinas Peternakan Provinsi NTT. Kawasan tersebut meliputi 5 wilayah desa yaitu desa Mio, Linamnutu, Polo, Oe Ekam dan Enonetan. Dalam wilayah Kecamatan Amanuban Selatan Kebupaten TTS. Sedangkan kawasan sekitar Besipae seluas 6.000 Ha, sangat berpotensi untuk dijadikan kawasan pengembangan ternak sapi. Dalam lokasi instalasi tersebar 22 buah Danau Buatan (DAM) yang dibangun oleh NTT – Livestock Development Project pada tahun 1984. Pada bulan Oktober 2004, DAM yang ada mengalami kekeringan sehingga semuanya tidak berfungsi dengan baik. Hal ini disebabkan karena adanya daya tampung DAM yang ada semakin berkurang akibat tingginya endapan setiap tahun serta keterbatasan biaya pemeliharaan. Komoditas utama ternak yang dikembangkan di Instalasi Besipae adalah Pembibitan ternak sapi Bali selain itu juga dikembangkan hijauan makanan ternak, serta dilakukan pembinaan kepada kelompok tani ternak gaduhan.